Senin, 25 Mei 2015

Apa pentingnya kalian buat hidupku?

Aku rasa keinginan menulisku kembali.. Atau mungkin karena aku sedang galau.. Hmm,, entahlah..
Aku rasa semua orang mempunyai masalah, itu yang aku tau. Itu alasan yang membuatku malas berbagi cerita dengan orang di sekitarku. Dan aku juga tau, tidak semua dari mereka yang benar-benar mau mendengarkan keluh-kesahku. Masalah mereka mungkin lebih berat dari aku.
Yah, akhirnya aku hanya ingin berbagi denganmu, dengan kamu yang ada di otakku.

Hari ini, kamu tau? dua kesedihan di dalam hatiku. Aku berfikir untuk kembali ke masa kanak-kanakku saja. Tapi, kamu tau sendiri lah,.. Itu ga mungkin. Tau alasannya? Aku kasih tau ya. Baca baik-baik, ok. Sebelumnya aku mau ngingetin kalian ke masa kanak-kanak kalian. Pas kalian kecil kalo nangis ditahan di hati atau meraung-raung. Hmm, aku tau kok jawabannya. Pasti teriak-teriak kan? Kalo bisa banting deh semua yang ada di hadapanmu. Kata Tante Syahrini, "Seperti itu..?". titik dua dhe. Yah, itu yang aku inginkan tadi dan saat ini. Menangis meraung-raung sambil membanting semua yang ada di hadapanku. Hahaha! Itu cuma angan-anganku rek! Kalau saja aku bisa.. dan kalau saja aku bisa. Sayangnya semua tertahan di sini. Di sudut mataku. Di sudut bibirku. Dan jauh di sudut hatiku. Kalo kata orang Jawa Timuran, buat misuh-misuh aja susah. Yah, cuma bisa berpura-pura tertawa dan terkadang akan merasa konyol sendiri ketika tiba-tiba sudut mataku mengeluarkan cairan asin yang hangat. Ya, cukup di sini deh basa-basinya. :) 

Hari ini seharusnya aku berada di lapangan mengurus segala keperluan pertandingan. Mungkin sekarang sudah masuk waktu evaluasi, 22.12 WIB. Ya, aku salah satu panitia di dalam acara DEFAKSA CUP 2015. Sebuah acara olahraga tingkat fakultas. Dan sekarang jadwal cabor Futsal bertanding. Jam 19.00 tadi, acara dibuka oleh perwakilan dari Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan, Mas Rizal. Tapi aku kasih tau ya, kondisi lapangan ternyata becek. Meskipun kita sudah membersihkan semaksimal mungkin, tetap saja ada genangan-genangan air. Akhirnya dari sie acara memutuskan untuk menunda pertandingan. Itu yang membuatku sedih. 

Yang ke dua, efek kesedihan yang berasal dari hati. Mungkin aku mengalami broken heart. Atau mungkin aku terlalu memakai hati ke hal-hal yang seperti itu. Aku cerita ya, jujur aja. Aku deket sama cowok itu dimulai dari SMP. Dimulai dari saat itu, aku deket dengan yang namanya cowok. Tapi kamu tau gak, aku selalu ngalamin yang namanya LDR. Yah seperti itu. Kalo ditotal, orang yang pernah LDR an sama aku ada 3 deh. Itu pun yang benar-benar pacar cuma satu aja. Yang lainnya ga jelas semua. Dan setelah aku memutuskan untuk berhenti dengan yang ke-3 ini, aku hanya ingin berkomitmen aku ga bakal membiarkan aku masuk ke dalam lubang yang sama berkali-kali. Menjalin hubungan tanpa sebuah kejelasan sangatlah menyebalkan. Aku bukan meminta status. Kita kan masih muda rek, masa mau minta status. Aku cuma mau sebuah kejelasan. Aku ga pengin pisan jadi kaya baju yang digantung biar kering. Aku ga suka itu. Beberapa ada yang mulai mendekat ke aku. Tapi aku bukan tipe cewek yang bisa suka ke orang terlalu cepat. Dan aku selalu menjaga jarak dari orang-orang itu. Selain itu, kamu tau? ada alasan lain yang membuatku sulit menerima mereka? Karena, ketika aku sudah berusaha untuk benrhenti memikirkan Bang Zen, ada yang datang ke hatiku. Orang yang tak pernah terlintas di otakku. Karena selama ini dia aku anggap sebagai kakak. Orang yang aku kagumi karena kekuatan mental dan kecerdasannya dalam berorganisasi. Yah, cukup kakak saja, aku suka itu. Tapi itu dulu, bukan sekarang. Ketika tidak ada yang bisa menyentuh hatiku, ternyata hatiku bisa tersentuh olehnya. Ya itu rekor juga, karena aku sulit buat suka ke orang, terlalu banyak yang harus dipikirkan. Tapi untuk kali ini aku benar-benar menginginkannya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Masuknya Agama Hindu dan Budha ke Indonesia

  Agama Hindu dan Budha berasal dari India. Kedua agama tersebut masuk dan dianut oleh penduduk di berbgai wilayah nusantara pada waktu yang...