Rabu, 29 April 2015

Aku sekarang ada di "ESSEL"

Di depanku saat ini. Sebuah bangunan yang ku lihat, besar bergaya campuran; klasik, modern. Di atas kita bisa membaca namanya dengan jelas "ESSEL". Di dalamnya seperti butik tapi aku ragu karena di sampingnya apabila kamu melihat maka hanya terpisah kaca tebal dan besar ramai dengan orang-orang dari berbagai kelas, duduk santai menikmati hidangan yang entah apa namanya, kuning seperti opor lebaran yang tidak asing kalau kamu suka membaca novel seri LUPUS. Aku belum pernah ke sini, tapi mungkin aku pernah memakannya. Atau setidaknya kamu bisa membayangkan seperti apa rasanya dari novel-noel karya Boim Lebon dan kawan-kawannya.
Mungkin aku harus masuk ke dalam biar jelas. Ku putuskan butik yang pertama ku masuki. Ku sebut saja butik ya. Hawa dingin AC menerpa wajah saat aku membuka pintu kaca yang berat. Ukh, untung ada pelayan cantik berkebaya yang membantuku. Hmm, parfum aroma terapi bunga melati menggelitik hidung saat pintu mulai ku buka. Ku pejamkan mata sebentar, orang biasanya menyebut yang aku lakukan relaxsasi. Sangat menyenangkan berada di sini.  
Aku mulai berkeliling dengan sepatu baruku (sepatu yang ku pakai pas beragkat, ternyata rusak, akhirnya terpaksa membeli yang baru dan langsung aku pakai, lumayan nemu Yongki Komaladi dengan diskon gede, hehe). Satu-persatu ku lihat, sangat menakjubkan. Butik ini ternyata memamerkan ragam kekayaan Indonesia. Koleksi-koleksi kain Indonesian, dress, long dress, skirt, t-shirt, jaket, jas, blazer, kerudung, pashmina, baby doll, tas, sepatu, aksesoris, dan masih banyak lagi yang kesemuanya mempunyai ciri khas motif-motif Indonesia. Bersambung.... ^_^

Masuknya Agama Hindu dan Budha ke Indonesia

  Agama Hindu dan Budha berasal dari India. Kedua agama tersebut masuk dan dianut oleh penduduk di berbgai wilayah nusantara pada waktu yang...