Selasa, 16 Juni 2015

Ketika mimpi ku terasa jauh dari jangkauan..
Kamu berkata, up! up!
Ketika aku mulai bangun..
Kamu berkata, kamu harus ini dan itu,
jangan putus asa, jalan terus
sampai mimpi mu benar-benar ada dalam genggaman..
Ketika aku mulai tersenyum dan menunjukkan  mimpi ku..
Kamu berkata, kita boleh bermimpi tapi juga harus rasional!
?????
Siapa kamu sebenarnya?
Kenapa mimpi ku harus rasional?
Kamu bukan Tuhan yang mengatur rizki,
Kamu juga bukan Tuhan yang memberiku rizki..
Kamu yang meminta ku terus berjalan,
Kamu yang meminta ku menghidupkan mimpi-mimpi ku
Kamu meminta ku berhenti?
Atau, kamu memintaku mengganti mimpi ku?
Sudahlah..

Sabtu, 13 Juni 2015

Teka-teki

Ya Rabb.. 
Teka-teki Mu sungguh rumit..
1, 2.... 3... 2.. 3.. 4.. 3.. 
Aku tak paham dengan semua itu..
Tak bisakah kau membuatnya jelas?
Di mataku dan juga di hatiku..
Ataukah ada angka lain yang akan membuatnya jelas?
Tak bisakah kau hanya memberiku satu angka saja?



Rabu, 27 Mei 2015

Kamu Kejam

Aku bilang, "aku ga mau bilang siapa orang yang aku suka, nanti aja pas wisuda"
Kamu bilang, "gimana caranya bisa jaga kamu kalo ngasih taunya pas wisuda"
Aku bilang, "aku takut kita semakin jauh"
Kamu bilang, "semakin jauh ga mungkin, tapi kalo canggung mungkin iya"
Aku bilang, "aku suka kamu"
Kamu bilang, "aku suka sama kamu"
Karena apa? Dan kamu memberiku alasan-alasan itu..
Aku tanya, "ga takut deket-deket aku?"
Kamu jawab,"takut, mengajakmu keluar ribet"
Kamu bilang, "aku suka kamu, dan aku suka yang lain"
Aku jawab, "ga paapa, aku bisa tetep jadi temen curhatmu" 
Kamu jawab, "aku suka PORSA"
(Itulah awal kejelasanku muncul, kalo kamu suka aku, tapi karena ketakutanmu dan ketakutanku juga, kamu memintaku untuk menganggapmu sebagai kakak)
Aku mengerti dan aku tidak meminta lebih lagi, tapi maaf, kamu sekarang dingin,. kamu seperti tidak mengharapkan kehadiranku, aku tak mengerti bagaimana caramu menjagaku, apakah itu hanya kata-kata sebagai penenangku? aku tidak membutuhkan semua itu, aku tau semua ada resikonya. Ketika kamu hanya menolaku, aku akan baik-baik saja, aku yakin bisa tetap menjadi pendengar yang baik buatmu. Tapi ketika kamu hanya memberikan harapan-harapan tak tentu seperti ini, kamu lebih jahat ternyata. Bagaimana bisa aku dengan mudah menyapamu ketika melihatmu aku merasa sakit? Kamu bilang kamu ga enak sama anak-anak yang mungkin masih ada rasa ke aku, tapi kenapa kamu dengan enaknya seperti itu di depan mataku? kalo kamu memang ga suka, dari awal kamu bilang dong, toh aku ga pernah memaksakan hal-hal seperti itu. apa susahnya bilang aku ga suka kamu karena aku suka dia tanpa harus mencari kambing hitam.. aku akan mudah menerimanya. kamu tau kamu lebih tidak berperasaan dibandingkan dengan aku. atau kamu sengaja bertingkah seperti itu biar aku berhenti suka sama kammu? fine, aku ga papa. toh ketika kamu sudah suka ke orang lain aku juga ga bakal berharap banyak ke kamu, dan mungkin akan menghilangkan harapan-harapan itu. tapi mana kejelasanmu? kamu membiarkanku terlantar dengan perasaanku sendiri. aku cuma bisa bilang, kamu kejam. 

Senin, 25 Mei 2015

Apa pentingnya kalian buat hidupku?

Aku rasa keinginan menulisku kembali.. Atau mungkin karena aku sedang galau.. Hmm,, entahlah..
Aku rasa semua orang mempunyai masalah, itu yang aku tau. Itu alasan yang membuatku malas berbagi cerita dengan orang di sekitarku. Dan aku juga tau, tidak semua dari mereka yang benar-benar mau mendengarkan keluh-kesahku. Masalah mereka mungkin lebih berat dari aku.
Yah, akhirnya aku hanya ingin berbagi denganmu, dengan kamu yang ada di otakku.

Hari ini, kamu tau? dua kesedihan di dalam hatiku. Aku berfikir untuk kembali ke masa kanak-kanakku saja. Tapi, kamu tau sendiri lah,.. Itu ga mungkin. Tau alasannya? Aku kasih tau ya. Baca baik-baik, ok. Sebelumnya aku mau ngingetin kalian ke masa kanak-kanak kalian. Pas kalian kecil kalo nangis ditahan di hati atau meraung-raung. Hmm, aku tau kok jawabannya. Pasti teriak-teriak kan? Kalo bisa banting deh semua yang ada di hadapanmu. Kata Tante Syahrini, "Seperti itu..?". titik dua dhe. Yah, itu yang aku inginkan tadi dan saat ini. Menangis meraung-raung sambil membanting semua yang ada di hadapanku. Hahaha! Itu cuma angan-anganku rek! Kalau saja aku bisa.. dan kalau saja aku bisa. Sayangnya semua tertahan di sini. Di sudut mataku. Di sudut bibirku. Dan jauh di sudut hatiku. Kalo kata orang Jawa Timuran, buat misuh-misuh aja susah. Yah, cuma bisa berpura-pura tertawa dan terkadang akan merasa konyol sendiri ketika tiba-tiba sudut mataku mengeluarkan cairan asin yang hangat. Ya, cukup di sini deh basa-basinya. :) 

Hari ini seharusnya aku berada di lapangan mengurus segala keperluan pertandingan. Mungkin sekarang sudah masuk waktu evaluasi, 22.12 WIB. Ya, aku salah satu panitia di dalam acara DEFAKSA CUP 2015. Sebuah acara olahraga tingkat fakultas. Dan sekarang jadwal cabor Futsal bertanding. Jam 19.00 tadi, acara dibuka oleh perwakilan dari Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan, Mas Rizal. Tapi aku kasih tau ya, kondisi lapangan ternyata becek. Meskipun kita sudah membersihkan semaksimal mungkin, tetap saja ada genangan-genangan air. Akhirnya dari sie acara memutuskan untuk menunda pertandingan. Itu yang membuatku sedih. 

Yang ke dua, efek kesedihan yang berasal dari hati. Mungkin aku mengalami broken heart. Atau mungkin aku terlalu memakai hati ke hal-hal yang seperti itu. Aku cerita ya, jujur aja. Aku deket sama cowok itu dimulai dari SMP. Dimulai dari saat itu, aku deket dengan yang namanya cowok. Tapi kamu tau gak, aku selalu ngalamin yang namanya LDR. Yah seperti itu. Kalo ditotal, orang yang pernah LDR an sama aku ada 3 deh. Itu pun yang benar-benar pacar cuma satu aja. Yang lainnya ga jelas semua. Dan setelah aku memutuskan untuk berhenti dengan yang ke-3 ini, aku hanya ingin berkomitmen aku ga bakal membiarkan aku masuk ke dalam lubang yang sama berkali-kali. Menjalin hubungan tanpa sebuah kejelasan sangatlah menyebalkan. Aku bukan meminta status. Kita kan masih muda rek, masa mau minta status. Aku cuma mau sebuah kejelasan. Aku ga pengin pisan jadi kaya baju yang digantung biar kering. Aku ga suka itu. Beberapa ada yang mulai mendekat ke aku. Tapi aku bukan tipe cewek yang bisa suka ke orang terlalu cepat. Dan aku selalu menjaga jarak dari orang-orang itu. Selain itu, kamu tau? ada alasan lain yang membuatku sulit menerima mereka? Karena, ketika aku sudah berusaha untuk benrhenti memikirkan Bang Zen, ada yang datang ke hatiku. Orang yang tak pernah terlintas di otakku. Karena selama ini dia aku anggap sebagai kakak. Orang yang aku kagumi karena kekuatan mental dan kecerdasannya dalam berorganisasi. Yah, cukup kakak saja, aku suka itu. Tapi itu dulu, bukan sekarang. Ketika tidak ada yang bisa menyentuh hatiku, ternyata hatiku bisa tersentuh olehnya. Ya itu rekor juga, karena aku sulit buat suka ke orang, terlalu banyak yang harus dipikirkan. Tapi untuk kali ini aku benar-benar menginginkannya. 
Aku lelah dengan ketidakterusterangmu. Aku lelah dengan kamu yang selalu berpura-pura. Aku lelah, aku lelah, dan aku lelah melihat wajah rupawanmu. Aku lelah mengisi hatiku dengan cinta yang selalu mengalir untuk hatimu. Hati yang tak pernah bisa aku mengerti.
Ada dua resiko yang akan kita hadapi saat kita mengambil sebuah keputusan... Sesuai yang kita harapkan atau jauh dari yang kita harapkan. Kita mungkin bisa berlapang dada menerima kemungkinan terburuk. Tapi ketika yang muncul ternyata seperti yang kita inginkan, bahagia bukan? tapi ketika kebahagiaan yang ada ternyata hanya sebuah fatamorgana belaka, di mana kita bisa menemukan kebahagiaan sesungguhnya? :)

Minggu, 24 Mei 2015

Untukmu sang empunya bunga (WY atau A?) 

Begitu manis..
Seperti kumbang yang selalu mendekati kelopak bunga..
Begitu manis.. 
Seperti merpati sebagai lambang kesetiaan..
Begitu manis terlihat..
Begitu manis kalian..
Bibirku ternyata tak bisa diam..
Aku rasa pojok bibirku tertarik..
Melihat indahnya kalian..
Melihat harumnya kalian..
Tapi..
Indah dan manisnya kalian..
Tak mungkin bisa ku nikmati..
Berbahagialah..
Aku memang kurang beruntung..
Dan aku tak menyesalinya..
Terima kasih karena memberiku bunga..
Bunga yang layu karena aku tau..
Kau tak ingin membiarkannya hidup..
Jadi aku juga tak ingin membiarkannya hidup di sana..
Jauh di dalam sana..


Rabu, 29 April 2015

Aku sekarang ada di "ESSEL"

Di depanku saat ini. Sebuah bangunan yang ku lihat, besar bergaya campuran; klasik, modern. Di atas kita bisa membaca namanya dengan jelas "ESSEL". Di dalamnya seperti butik tapi aku ragu karena di sampingnya apabila kamu melihat maka hanya terpisah kaca tebal dan besar ramai dengan orang-orang dari berbagai kelas, duduk santai menikmati hidangan yang entah apa namanya, kuning seperti opor lebaran yang tidak asing kalau kamu suka membaca novel seri LUPUS. Aku belum pernah ke sini, tapi mungkin aku pernah memakannya. Atau setidaknya kamu bisa membayangkan seperti apa rasanya dari novel-noel karya Boim Lebon dan kawan-kawannya.
Mungkin aku harus masuk ke dalam biar jelas. Ku putuskan butik yang pertama ku masuki. Ku sebut saja butik ya. Hawa dingin AC menerpa wajah saat aku membuka pintu kaca yang berat. Ukh, untung ada pelayan cantik berkebaya yang membantuku. Hmm, parfum aroma terapi bunga melati menggelitik hidung saat pintu mulai ku buka. Ku pejamkan mata sebentar, orang biasanya menyebut yang aku lakukan relaxsasi. Sangat menyenangkan berada di sini.  
Aku mulai berkeliling dengan sepatu baruku (sepatu yang ku pakai pas beragkat, ternyata rusak, akhirnya terpaksa membeli yang baru dan langsung aku pakai, lumayan nemu Yongki Komaladi dengan diskon gede, hehe). Satu-persatu ku lihat, sangat menakjubkan. Butik ini ternyata memamerkan ragam kekayaan Indonesia. Koleksi-koleksi kain Indonesian, dress, long dress, skirt, t-shirt, jaket, jas, blazer, kerudung, pashmina, baby doll, tas, sepatu, aksesoris, dan masih banyak lagi yang kesemuanya mempunyai ciri khas motif-motif Indonesia. Bersambung.... ^_^

Masuknya Agama Hindu dan Budha ke Indonesia

  Agama Hindu dan Budha berasal dari India. Kedua agama tersebut masuk dan dianut oleh penduduk di berbgai wilayah nusantara pada waktu yang...