Sabtu, 03 Desember 2016
Aku lelah, tahukah kau? Aku yakin tidak.
Pada sebuah malam yang sepi... di saat aku merasa terabaikan. Inilah dialog hatiku. Dialog apa ini? Kau baca sendiri.. Dialognya orang galau.. Aku yakin kamu pernah galau juga.. Jadi, jangan kau menertawaiku.. bersedihlah bersamaku.. atau, tersenyumlah untuk menghapus luka di hatiku. Sebuah hati yang tak pernah tertambat pada dermaga yang benar-benar kokoh. :(
A: "Apa kau berharap semua orang akan menemanimu?"
B: "Bolehkah aku berharap seperti itu? Hahaha, bukankah itu terlalu arogan?
A: "Siapa peduli? Hmmmmm.. Aku tak ada bedanya denganmu. Sama-sama kesepian dan tidak bisa berbuat apa-apa selain sibuk dengan tetek-bengek yang kata orang, "penting". Tak tau lah apa itu."
B: "Hmm... Apa kau tak lelah berteman dengan sepimu? Malam ini aku merasa lelah. Bagaimana denganmu?"
A: "Aku akan mengatakan aku lelah, jika kau memberiku obat penawar lelah."
B: "Obat sepi seperti apa yang kau butuhkan? Tak bisakah aku memberimu pil vitamin C? Hahaha!!"
A: "Tak apa lah... Jika memang baik untuk kesehatan hatiku. Maukah kau memberiku satu?"
B: "Aku bahkan tak bisa beranjak dari tempatku berbaring.. Tak bisakah kau berjalan sendiri?"
A: "Macam mana kau ini?? Menawariku hilangkan sepi tapi kau minta aku untuk berjalan sendiri? Tak bisakah kau mengerti, penawar lelah ku bukanlah sebuah pil.. Tak peduli pil apa yang aku minum, kalau aku bisa bersama satu orang saja di sampingku, aku akan bugar lagi! Hahaha!
Rabu, 20 April 2016
?
Sekian lama aku menunggu mekarnya mawar merah itu
Sekian lama pula yang ada dalam bayanganku
Aku yang akan memetiknya dan membawanya bersamaku
Suatu saat nanti, dan sungguh ku yakin itu,
Wangi mawar akan memenuhi istana kecilku
Tapi lihatlah, takdir yang ku terima
Sungguh menggelapkan mataku
Di mana mawar itu?
Mata ini bahkan tak bisa lagi melukiskan
Betapa eloknya warna merah itu
Di mataku, hanya ada hitam yang menyuramkan
Sungguh menyuramkan
Sampai-sampai tak sanggup mata ini melukiskannya
Saat ini, hanya tertunduk dan tertunduk
Aku takut akan apa yg ada di hadapanku
Aku merasa mata ini tak sanggup lagi melukis
Aku hanya berharap, warna yang telah redup di mataku
Memancar kembali suatu pagi nanti
Dan akan ku lukis senyum di bibirku
Di hadapan dunia
Akan ku bawa anggrek ke dalam istana kecillku,
Di hari bahagiaku yang tak akan pernah lagi
Tersentuh oleh janji-janjimu yang penuh ilusi
Apalah arti sebuah janji jika hanya untuk dihianti
Apalah arti sebuah hati jika hanya untuk disakiti
Sekian lama pula yang ada dalam bayanganku
Aku yang akan memetiknya dan membawanya bersamaku
Suatu saat nanti, dan sungguh ku yakin itu,
Wangi mawar akan memenuhi istana kecilku
Tapi lihatlah, takdir yang ku terima
Sungguh menggelapkan mataku
Di mana mawar itu?
Mata ini bahkan tak bisa lagi melukiskan
Betapa eloknya warna merah itu
Di mataku, hanya ada hitam yang menyuramkan
Sungguh menyuramkan
Sampai-sampai tak sanggup mata ini melukiskannya
Saat ini, hanya tertunduk dan tertunduk
Aku takut akan apa yg ada di hadapanku
Aku merasa mata ini tak sanggup lagi melukis
Aku hanya berharap, warna yang telah redup di mataku
Memancar kembali suatu pagi nanti
Dan akan ku lukis senyum di bibirku
Di hadapan dunia
Akan ku bawa anggrek ke dalam istana kecillku,
Di hari bahagiaku yang tak akan pernah lagi
Tersentuh oleh janji-janjimu yang penuh ilusi
Apalah arti sebuah janji jika hanya untuk dihianti
Apalah arti sebuah hati jika hanya untuk disakiti
Langganan:
Komentar (Atom)
Masuknya Agama Hindu dan Budha ke Indonesia
Agama Hindu dan Budha berasal dari India. Kedua agama tersebut masuk dan dianut oleh penduduk di berbgai wilayah nusantara pada waktu yang...
-
JALUR REMPAH NUSANTARA Nenek Moyang Bangsa Indonesia sejak 4500 th lalu meninggalkan warisan tak ternilai yaitu jalur rempah. N...
-
Pada sebuah malam yang sepi... di saat aku merasa terabaikan. Inilah dialog hatiku. Dialog apa ini? Kau baca sendiri.. Dialognya orang gala...
-
Sebiru hari ini... Birunya bagai langit terang benderang.. Sebiru hari kita bersama di sini.. Seindah hari ini.. Indahnya bak permadan...