Kamu bilang, "gimana caranya bisa jaga kamu kalo ngasih taunya pas wisuda"
Aku bilang, "aku takut kita semakin jauh"
Kamu bilang, "semakin jauh ga mungkin, tapi kalo canggung mungkin iya"
Aku bilang, "aku suka kamu"
Kamu bilang, "aku suka sama kamu"
Karena apa? Dan kamu memberiku alasan-alasan itu..
Aku tanya, "ga takut deket-deket aku?"
Kamu jawab,"takut, mengajakmu keluar ribet"
Kamu bilang, "aku suka kamu, dan aku suka yang lain"
Aku jawab, "ga paapa, aku bisa tetep jadi temen curhatmu"
Kamu jawab, "aku suka PORSA"
(Itulah awal kejelasanku muncul, kalo kamu suka aku, tapi karena ketakutanmu dan ketakutanku juga, kamu memintaku untuk menganggapmu sebagai kakak)
Aku mengerti dan aku tidak meminta lebih lagi, tapi maaf, kamu sekarang dingin,. kamu seperti tidak mengharapkan kehadiranku, aku tak mengerti bagaimana caramu menjagaku, apakah itu hanya kata-kata sebagai penenangku? aku tidak membutuhkan semua itu, aku tau semua ada resikonya. Ketika kamu hanya menolaku, aku akan baik-baik saja, aku yakin bisa tetap menjadi pendengar yang baik buatmu. Tapi ketika kamu hanya memberikan harapan-harapan tak tentu seperti ini, kamu lebih jahat ternyata. Bagaimana bisa aku dengan mudah menyapamu ketika melihatmu aku merasa sakit? Kamu bilang kamu ga enak sama anak-anak yang mungkin masih ada rasa ke aku, tapi kenapa kamu dengan enaknya seperti itu di depan mataku? kalo kamu memang ga suka, dari awal kamu bilang dong, toh aku ga pernah memaksakan hal-hal seperti itu. apa susahnya bilang aku ga suka kamu karena aku suka dia tanpa harus mencari kambing hitam.. aku akan mudah menerimanya. kamu tau kamu lebih tidak berperasaan dibandingkan dengan aku. atau kamu sengaja bertingkah seperti itu biar aku berhenti suka sama kammu? fine, aku ga papa. toh ketika kamu sudah suka ke orang lain aku juga ga bakal berharap banyak ke kamu, dan mungkin akan menghilangkan harapan-harapan itu. tapi mana kejelasanmu? kamu membiarkanku terlantar dengan perasaanku sendiri. aku cuma bisa bilang, kamu kejam.
